Senin, 04 April 2011

Laporan Keuangan Mata Uang Asing

Mata uang fungsional adalah mata uang utama yang dicerminkan dalam kegiatan operasi perusahaan. Suatu mata uang bisa dikatakan sebagai mata uang fungsional apabila memenuhi kriteria sebagai berikut :

· Indikator Arus Kas: arus kas yang berhubungan dengan kegiatan utama perusahaan didominasi oleh mata uang tertentu. Disini berarti apabila suatu perusahaan penerimaan dan pengeluaran kasnya didominasi oleh mata uang tertentu maka mata uang tersebut boleh dikatakan sebagai mata uang fungsional bagi perusahaan tersebut. Contoh: sebuah hotel penerimaan kas dari pendapatan kamar diterima dalam mata uang USD, pengeluaran-pengeluaran sebagian besar juga dalam mata uang USD maka hotel tersebut apabila sebelumnya menggunakan mata uang rupiah dapat menggunakan mata uang USD sebagai mata uang pelaporannya

· Indikator Harga Jual: harga jual produk perusahaan dalam periode jangka pendek sangat dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar mata uang tertentu, atau produk perusahaan secara dominan dipasarkan untuk ekspor. Dalam hal ini apabila PT "A" sebagian besar produknya diekspor ke Jepang dan penjualannya dinyatakan dalam mata uang Yen Jepang maka PT "A" tersebut dapat menggunakan mata uang Yen Jepang sebagai mata uang pelaporannya.

· Indikator Biaya: biaya-biaya perusahaan secara dominan sangat dipengaruhi oleh pergerakan mata uang tertentu.

Dalam membuat laporan mata uang asing dapat menggunakan beberapa cara yaitu:

· Konsep Pengukuran Kembali (remeasurement) mengatakan bahwa untuk mengubah mata uang pelaporan dari satu mata uang ke mata uang yang lain, diperlakukan dengan cara memperlakukan mata uang yang baru sebagai mata uang pencatatan mulai saat transaksi terjadi. Sehingga disini apabila sebuah perusahaan memiliki saldo kendaraan pada Neraca tanggal 31 Januari 1999 sebesar Rp 90.000.000,00 kendaraan ini dibeli sejak tanggal 29 Desember 1998 dimana kurs saat itu USD 1 = Rp 6.000,00. Kalau kurs pada tanggal neraca USD 1 = Rp 9.000,00 dan perusahaan ingin mengganti mata uang pelaporannya menjadi USD maka perusahaan tersebut harus melaporkan saldo kendaraannya sebesar USD 15.000, (Rp 90.000.000,00 \ Rp 6.000,00) bukan USD 10.000, (Rp 90.000.000,00 / Rp 9.000,00).

· Konsep penjabaran laporan keuangan (translation) mengatakan bahwa untuk mengubah mata uang pelaporan dari satu mata uang ke mata uang yang lain, dilakukan dengan cara menjabarkan laporan keuangan dengan menggunakan kurs pada tanggal neraca. Kembali ke contoh kendaraan di atas maka perusahaan tersebut harus melaporkan saldo kendaraannya sebesar USD 10.000, (Rp 90.000.000,00 / Rp 9.000,00) bukan USD 15.000, (Rp 90.000.000,00 \ Rp 6.000,00).

PSAK 52:4 mengatur prosedur penjabaran kembali dan translasi laporan keuangan sebagai berikut :

Keterangan

Kurs Pengukuran Kembali

Kurs Translasi

Kas

Kurs Sekarang

Kurs Sekarang

Piutang

Kurs Sekarang

Kurs Sekarang

Persediaan Akhir

Kurs Historis

Kurs Sekarang

Tanah

Kurs Historis

Kurs Sekarang

Peralatan

Kurs Historis

Kurs Sekarang

HPP

-

Kurs Rata-Rata

Biaya Penyusutan

Kurs Historis

Kurs Rata-Rata

Biaya Hutang tak Tertagih

Kurs Rata-Rata

Kurs Rata-Rata

Biaya Operasi Lainnya

Kurs Rata-Rata

Kurs Rata-Rata

Penyisihan Piutang tak Tertagih

Kurs Sekarang

Kurs Sekarang

Akumulasi Penyusutan

Kurs Historis

Kurs Sekarang

Hutang Dagang

Kurs Sekarang

Kurs Sekarang

Kantor Pusat

Kurs Resiprokal

Kurs Resiprokal

Penjualan

Kurs Rata-Rata

Kurs Rata-Rata

Akuntansi Kantor Cabang Luar Negeri

Translasi akun-akun cabang luar negeri kedalam mata uang kantor pusat sama dengan proses translasi anak perusahaan luar negeri.

Jika mata uang fungsional cabang merupakan mata uang kantor pusat, akun-akun itu harus diukur ulang ke dalam mata uang pelaporan kantor pusat. Jika mata uang lokal kantor cabang merupakan mata uang fungsionalnya, akun-akun cabang ditranslasikan ke dalam mata uang pelaporan kantor pusat dengan menggunakan metode kurs berjalan, dan keuntungan dan kerugian dari translasi ditangguhkan melalui akun penyesuaian ekuitas karena translasi. Pada akuntansi untuk cabang luar negeri, akun-akun yang unik bagi akuntansi cabang kantor pusat ( akun-akun resiprokal ) ditranslasikan kedalam mata uang entitas yang melaporkan dengan merujuk pada jumlah resiprokal yang dicatat pada pembukuan kantor pusat.


Referensi : Modul Labamen (Bab V)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar